Mampir ke Mini Agrowisata Surabaya

By iskak - Maret 03, 2019


Kota akan selalu berasosiasi dengan istilah macet, polusi, gedung-gedung, kendaraan, dan kerumunan manusia. Di Kota pertanian menjadi sesuatu yang langka karena banyak ditinggalkan. Maklum, persoalan ketaktersediaan ruang menjadi kendala utama. Selain itu sebagai penunjang rantai siklus perputaran kapital dan modal pertanian di kota juga kurang efektif. Belum lagi pertumbuhan jumlah populasi manusia dari tahun ke tahun semakin meledak.

Pagi ini (Red: Minggu, 03 Maret 2019) saya bersama Puthut Prasetya berkesempatan melihat Mini Agrowisata dipinggiran kota Surabaya. Tepatnya di Jl Pagesangan II no 56 Surabaya. Di tempat ini Pertanian dijadikan komoditas pertunjukan. Ditata sedemikian rupa guna mengedukasi dan menghibur setiap pengunjung yang datang. Kesemuanya tentu tak luput dari sentuhan label inovasi pertanian modern. Sementara bagi saya pribadi melihat Mini Agrowisata di sini cukup sebagai obat rindu suasana pedesaan di Trenggalek.
Cerita selanjutnya silahkan dilihat dan disimpulkan sendiri dari foto-foto dibawah:

Ibu dan Anak Berjalan Masuk Mini Agrowisata Sambil Menyuapi Sarapan si Cucu

Rumbai Akar Tanaman Hias Menyambul di Jalan Masuk



Pertanian Model Vertikal atau Bahasa Kerennya Vertikultur
Mengintip Cicak Kawin
Cabe Besar

Buah Naga Saat Masih Perawan Hijau

Buah Maja Korban Vadalisme Pengunjung Alay
Tebak Sendiri Pelakunya

Terong Ungu

Jamur
Burung Kasuari Jomblo Kesepian
Burung Kasuari di Hibur oleh Puthut Prasetya
Ayam Kampung Berpoligami
Puthut Prasetya Lelah
Pengunjung Ramai-Ramai Naik Wahana Bermain
Spesies Ilegal Tak Terdaftar


  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Salam kenal bang dari pesisir utara ane..btw itu terong gede amat

    BalasHapus