Alternatif Rumah Impian

By iskak - Desember 13, 2019


Denah Rumah

Orang Jawa mengklasifikasikan kebutuhan pokok manusia menjadi ”Sandang, Pangan, dan Papan.” Sandang atau busana ditempatkan nomer satu karena terkait erat dengan harga diri. Seperti bebasanajining diri saka lathi, ajining raga saka busana”. Kemudian barulah menyentuh pangan atau makanan. Terakhir Papan, bisa diartikan sebagai tempat domisili atau rumah. Saya ingin membahas tentang papan lebih tepatnya rumah impian. Karena setiap orang pastilah menginginkan tempat tinggalnya menjadi bagian dari surga kecil.

Pikitan tersebut tiba-tiba saja muncul di sore ini. Bagaimanakah kiranya merancang rumah ideal paling standar untuk dihuni? Melalui aplikasi android 'Floor Plan Creator' saya otak atik denah untuk mendapatkan ruang yang pas. Minimalis tanpa mengorbankan kebutuhan ruang yang luas. Hasilnya adalah seperti pada gambar diatas.


Rumah impian berhasil saya gambar  membutuhkan ruang 100,2 m². Untuk luas detail panjang 13 m x lebar 7,7 m. Ukuran ini sudah mencakup titik pagar paling depan, sampai area jemuran baju paling belakang. Secara hitung-hitungan biaya mungkin mahal. Tetapi berdasarkan hemat saya biaya masih bisa ditekan sedemikian rupa dengan catatan tidak memburu pada model material tertentu. Cukup konvensional saja, karena kembali lagi kepada tujuan ingin didapat yaitu mendapatkan ruang seluas mungkin.

sedikit point mengenai detail bagian-bagian ruangan perlu dijelaskan adalah sebagai berikut. Pertama area taman. Tujuan dibuat taman di depan rumah sejajar dengan ruang perpustakaan agar bisa mendapatkan kenyamanan maksimal. Ketika membaca buku kita memperoleh hawa segar, pemandangan indah, dan penerangan cukup. Hemat saya ini sangat membantu mendapatkan suasana tenang sembari menikmati setiap kalimat dari halaman buku.

Kedua, fungsi ruang tamu dan ruang makan dijadikan satu. Saya menganggap ketika kita memiliki makanan haruslah berbagi tak terkecuali tamu. Lantas bagaimana ketika tamu tidak ingin makan tetapi penghuni rumah lapar? Jawabannya tentu tinggal makan di dapur. Kondisi seperti ini dipastikan jarang kalau kita bukan pejabat. Mengenai ruang tamu dibuat lesehan adalah karena ini dimaksudkan jadi zona serba guna. Semisal ada kebutuhan berkumpul banyak orang seperti yasinan, shalat berjamaah, hingga diskusi bersama tetangga bisa fleksibel. Belum lagi ketika ada tamu menginap dengan jumlah banyak. Sefleksibel tinggal digelar kasur sudah bisa ditempati dengan nyaman dan layak.

Ketiga, kamar mandi dan dapur diletakkan sejajar. Kalau ini berkaitan dengan pengelolaan aliran limbah air agar bisa lebih mudah, murah, dan lebih aman. Jalur pembuangan menjadi pendek sehingga aliran limbah tidak membuat kontruksi bangunan rusak.

Terakhir, bagian belakang disediakan tempat mencuci dan menjemur pakaian secara khusus. Aktifitas mencuci pakaian, sprei, karpen, dan sebangsanya berdasarkan pengalaman kerja di laundry membutuhkan ruang lebar agar bisa maksimal. Dilain sisi ruang yang lebar tertutup mengatasi kemungkinan masalah jemuran terbang terbawa angin atau terkena air hujan. Oh ia, untuk pengganti genting pada area penjemuran bisa dipasang fiber. Fiber terbukti sangat efektif meneruskan panas matahari dan menghalangi air hujan.

Kembali lagi, bahwa semua ini berkaitan dengan selera. Saya membuat design demikian karena tidak satupun design rumah minimalis di internet menyediakan ruang khusus untuk perpustakaan. Andai kata masih terlalu luas, skala pada denah masih sangat bisa untuk diperkecil. Bagaimanapun membicarakan rumah tergantung pada selera dan kemungkinan berdamai dengan kemampuan financial seseorang. Demikianlah sekilas khayalan saya terkait rancangan rumah ideal. Jika ada yang suka silahkan diambil dan diaplikasikan.

Surabaya, 08 Desember 2019

Iskak

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar