![]() |
| Ikan Patin dana Ikan Bawal Hasil Pancingan Saya, Adam, Rinda, dan Alvi |
Pada hari Sabtu 13 Juli 2019 saya diajak mancing oleh Adam, Rinda, dan Alvi. Lokasi tempat kami mancing berada di area tambak dan kolam pemancingan daerah Sedati Sidoarjo. Ini merupakan pengalaman memancing ikan pertama kali di Surabaya sekaligus ketika beranjak dewasa.
Dulu ketika masih SD saya pernah suka memancing ikan gabus di aliran-aliran sungai kecil dekat rumah. Sebenarnya oleh orang tua tidak diperbolehkan. Entah itu karena alasan mistis serangan makhluk gaib seperti Wewe Gombel
sampai bahaya kecelakaan jatuh dari tebing. Maklum di desa Karangtengah Kabupaten Trenggalek tempat kami tinggal kondisi geografisnya pegunungan terjal dengan ketinggian sekitar 750 MDPL.![]() |
| Lanskap kolam pemancingan ikan di Sedati Sidoarjo |
Dimana ada kemauan disitu ada jalan keluar. Kurang lebih seperti itulah menggambarkan kenekatan saya bersama teman-teman lain untuk memancing. Demi menyiasati hukuman karena melanggar perintah orang tua, biasanya kami melakukannya dengan berjamaah. Ketika dilakukan bersama oleh banyak orang, mereka akan mentolerir.
Hasil pancingan kami jelas tidak seberapa. Dari seluruh rombongan biasanya hanya satu atau dua orang yang dapat. Memang habitat ikan gabus sedikit, alat pancing kami pun seadanya. Joran pancing biasanya menggunakan jenis bambu seperti bambu ampel tapi lebih kecil. Benangnya beli, atau lebih sering menggunakan sisa kenur layangan. Pancingnya membuat sendiri dari peniti milik simbok. Kalau tak ada baru terpaksa beli. Semaksimal mungkin kami semua tidak mengeluarkan uang. Karena selain memang tidak ada uang, jika ketahuan membeli peralatan pancing akan mendapat marah besar dari orang-orang dewasa.
![]() |
| Bermain kartu remi di sela-sela menunggu kail disambar ikan |
Cerita konyol itu rupanya cukup membekas dalam kenangan saya. Rasanya momen-momen kita mencari umpan cacing di tempat kotoran sapi, mencari krocok (sejenis keong kecil) di pematang sawah, membakar hasil tangkapan, dan bau amis yang melekat pada seluruh tubuh kini menjadi nostalgia indah. Seingat saya waktu itu kita tidak pernah berfikir akan takut menghadapi dunia. Alam telah memberi kita apapun yang dibutuhkan. Kita hanya perlu beranjak mengambil secukupnya.
Proses memancing masa kecil saya dengan memancing bersama Adam beberapa bulan lalu terasa beda. Memancing di kolam pemancingan semua serba dimudahkan. Tidak perlu melewati proses panjang mempersiapkan aneka peralatan. Semua sudah disediakan dalam paket persewaan kecuali umpan. Itupun bisa dengan mudah kita beli dari luar.
Memancing di kolam pemancingan sekadar proses bertaruh dengan waktu. Siapa kuat menunggu lama peluang mendapat hasil sudah pasti didepan mata terutama untuk paket kiloan. Sekedar informasi bahwa paket pemancingan biasanya ada dua. Dihitung berdasarkan hasil atau kiloan, dan berdasarkan waktu atau harian. Paket kiloan terhitung mudah karena jumlah ikan pada kolam relatif banyak. Sedangkan kolam paket harian memiliki tingkat kesulitan tinggi. Jumlah ikannya sedikit dan sebelum dibuka konon diberi ikan-ikan oleh pemilik diberi pakan banyak. Ini bisa memaklumi, sebab bagaimanapun bagian dari bisnis. Mereka tidak ingin rugi. Makanya sewaktu saya bersama Adam, Rinda, dan Alvi memancing di kolam harian daerah sedati lebih banyak waktu dihabiskan dengan bermain kartu remi daripada menarik Joran. Hari itu kita berempat pulang dengan tangan kosong.
![]() |
| Alvi dan Rinda |
Jujur saya sedikit kecewa. Tetapi bisa dimaklumi karena hari itu bisa menepi dari pengapnya kota Surabaya untuk menghirup udara segar dan kebisingan suara deru mesin.
Di kesempatan berikutnya masih dengan tim yang sama pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 kita memutuskan untuk melengkapi pengalaman memancing sampai berhasil.
![]() |
| Hasil ikan pancingan kami dimasak menjadi ikan bakar |
Kolam Gavina daerah Waru Sidoarjo direkomendasikan oleh Adam berdasarkan pengalaman pribadi. Karena orientasi kali ini pada hasil, maka kita memilih paket kiloan. Hasilnya bisa ditebak. Berbanding terbalik dengan sebelumnya ritual menunggu kail disambar ikan hampir tidak ada. Begitu di celup tanpa menunggu lama ikan bawal dan patin sukses di angkat dari kolam. Beberapa ekor kita kembalikan karena uang kami tidak cukup untuk membayar. Bobot ikan paling besar adalah hasil tangkapanku. Ikan patin dengan berat hampir 2 kg. Rasanya puas walau kantong cukup terkuras.
![]() |
| Saya Selfi di kolam pemancingan Gavina Waru Sidoarjo |
Surabaya, 7 Desember 2019
Iskak






1 komentar
ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
BalasHapushanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
terimakasih ya waktunya ^.^